SAMBUTAN TERTULIS
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
SELAKU
PENASIHAT NASIONAL KORPRI PADA HARI ULANG TAHUN KORPRI KE-35
TANGGAL 29 NOVEMBER 2006
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
SELAKU
PENASIHAT NASIONAL KORPRI PADA HARI ULANG TAHUN KORPRI KE-35
TANGGAL 29 NOVEMBER 2006
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Saudara-saudara anggota KORPRI di mana saja berada,
Hari ini kita bersyukur ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya, Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) genap berusia 35 tahun. Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini, untuk menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada segenap anggota KORPRI mana saja berada. Semoga dalam usia yang ke tiga puluh lima tahun ini, KORPRI akan berkembang menjadi organisasi ya makin solid dan profesional. Dengan organisasi yang solid dan profesional, para anggota KORPRI akan mampu meningkatkan tugas dan pengabdiannya secara lebih baik lagi.
Saudara-saudara anggota KORPRI yang berbahagia,
Bagi sebuah organisasi, perjalanan waktu selama tiga puluh lima tahun, bukanlah perjalanan yang singkat. Sejak didirikan pada tanggal 29 November 1971 hingga sekarang ini, KORPRI telah menunjukkan dharma bakti dan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Berbagai peristiwa dan perubahan sosial politik, dengan suka dan dukanya, telah mewarnai perjalanan organisasi ini, yang tetap kukuh hingga sekarang ini. Berbagai peristiwa dan perubahan sosial politik, patut menjadi bahan renungan, pelajaran, dan inspirasi untuk jalannya roda organisasi, di masa yang akan datang.
Anggota KORPRI sebagai aparatur pemerintah, seyogianya dapat menjadi panutan bagi masyarakat. Anggota KORPRI harus mampu menunjukkan kinerja yang optimal dalam melaksanakan tugas sehari-hari, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hapuskan kesan, bahwa aparatur negara sering lamban dalam memberikan pelayanan publik. Kesan ini, memberikan citra yang tidak menguntungkan bagi birokrasi pemerintahan. Marilah kita perbaiki prosedur pelayanan yang lamban. Marilah kita perbaiki kinerja Pegawai Negeri dalam setiap lingkup organisasi pemerintahan. Dengan cara itu, kita dapat meningkatkan kemampuan aparatur agar lebih sigap dalam melayani kepentingan masyarakat.
Dalam dimensi pelayanan sipil, baik yang berhubungan dengan kepentingan langsung orang per orang, seperti pembuatan Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, dan Surat Ijin Mengemudi, tidak boleh ditunda-tunda. Demikian pula dalam layanan publik bagi kepentingan seluruh warga bangsa, seperti pelayanan rumah sakit, lembaga pendidikan, dan transport umum, harus mampu memberikan pelayanan terbaik sesui dengan kebutuhan masyarakat.
Saudara-saudara anggota KORPRI di mana saja berada,
Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak seluruh jajaran kepengurusan KORPRI, untuk senantiasa menjaga keutuhan organisasi ini. Mengembangkan profesionalisme d memperkuat netralitas anggotanya. Setiap pegawai negeri, baik perorangan maupun komunitas dalam organisasi KORPRI, hari bersifat netral dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Pegawai Negeri, tidak boleh memiliki afiliasi politik terbuka terhadap partai politik tertentu. Pegawai Negeri pun, tidak boleh diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarak; Sebaliknya, Pegawai Negeri harus rnemiliki keberpihakan, terhadap nasib dan kepentingan masyarakat secara keseluruhan serta kepedulian bagi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kita bersama-sama harus menjaga netralitas organisasi KORPRI, agar tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan-kepentingan politik dari kekuatan politik tertentu. Anggaran Dasar KORPRI yang telah disempurnakan dan telah saya tetapkan dengan Keputusan Presiden Nomor 16 Tahun 2005 pada tanggal 8 Juni 2005 yang lalu, dapat dijadikan haluan untuk mengarahkan organisasi KORPRI sebagai organisasi yang profesional dan netral.
Di tengah-tengah demokrasi yang terus bergulir di tanah air, pada saat ini di berbagai tempat telah dan akan berlangsung proses pemilihan Kepala Daerah secara langsung. Saya mencermati, bahwa pada sejumlah daerah, terdapat aparatur pemerintahan daerah yang mengalami kegamangan posisi ketika terjadi pergantian Kepala Daerah. Kegamangan itu, sesungguhnya tidak perlu terjadi, jika kita menempatkan diri dalam posisi netral pada setiap pemilihan Kepala Daerah. Oleh karena itu, saya minta agar seluruh anggota KORPRI dapat menempatkan diri secara profesional di tengah berlangsungnya proses demokrasi di daerah. Agar Saudara-saudara tidak terlibat dalam konflik politik yang tengah berlangsung, maka loyalitas Saudara-sauda kepada bangsa dan negara harus didahulukan.
Sebagai wadah berhimpun para penyelenggara pemerintahan, KORPRI harus senantiasa peka terhadap setiap perkembangan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Termasuk kepekaan terhadap setiap kritik yang ditujukan kepac perilaku dan kinerja birokrasi pemerintah. Setiap kritik dan saran dari masyarakat, merupakan masukan positif bagi perbaikan kinerja pemerintahan. Saudara-saudara tidak boleh alergi terhadap kritik. Jika ada kritik dan saran dari masyaraka Saudara-saudara para Anggota KORPRI harus memberikan penjelasan secara tepat kepada masyarakat. Berikanlah informasi yang benar dan akurat, agar masyarakat mengetahui apa yan sesungguhnya terjadi. Jika terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditindaklanjuti, maka segeralah melakukan tindakan nyata agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan secara tepat waktu. Jangan sekali-kali menutup diri untuk mendengar dan menerima kritikan dari masyarakat. Jangan pula menutup diri untuk berkomunikasi dengan masyarakat.
Saudara-saudara Anggota KORPRI yang berbahagia,
Dinamika kehidupan kenegaraan, kebangsaan, dan kemasyarakatan sekarang ini, menuntut setiap aparatur pemerintahan, untuk mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi. Salah satu upaya itu, adalah dengan melakukan reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi, pada tataran struktural, kita lakukan melalui penataan kembali organisasi pemerintahan agar lebih tanggap terhadap tuntutan kepentingan masyarakat. Sementara reformasi birokrasi pada tataran kultural, kita lakukan melalui pengembangan profesionalitas dan penguatan etos kerja aparatur pemerintahan. Reformasi birokrasi yang kita jalankan, merupakan langkah terencana yang dilakukan Pemerintah, untuk membangun dan mengembangkan kinerja birokrasi pemerintahan kita.
Reformasi birokrasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan kepemerintahan yang baik. Titik berat dari pemerintahan yang baik adalah pada upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dan pemberantasan korupsi secara terarah, sistematis, dan terpadu. Reformasi birokrasi, mustahil akan terwujud jika tata pemerintahan masih memberikan peluang terhadap praktik-praktik Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) Praktik-praktik KKN harus dikikis habis. Kepada seluruh jajar pemerintahan, saya minta agar memberikan sanksi yang tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku, jika ditemukan praktik KKN. Tingkatkan efektivitas pengawasan aparatur negara baik melalui pengawasan internal, pengawasan fungsional, maupun pengawasan masyarakat.
Selain memberantas praktik KKN, reformasi birokrasi harus kita jalankan dengan meningkatkan budaya kerja. Meningkatkan, pengetahuan dan pemahaman para penyelenggara negara terhadap prinsip-prinsip good governance. Para pegawai negeri harus didorong untuk meningkatkan budaya kerja yang efektif efisien, dan profesional dalam melayani kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Saudara-saudara anggota KORPRI dimana saja berada,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ingin mengingatkan seluruh anggota KORPRI, bahwa setiap pekerjaan dan jabatan yang diemban oleh pegawai Republik Indonesia, merupakan amanah yang harus ditunaikan dengan penuh rasa tanggunjawab. Setiap pegawai negeri tunduk pada sumpah jabatan dan Panca Prasetya KORPRI. Oleh karena itu, saya minta kepada segenap anggota KORPRI untuk memegang teguh sumpah jabatan itu. Janganlah melalaikan tugas dan kewajiban, apalagi melanggar hukum dan sumpah jabatan. Jangan ada lagi pegawai negeri yang terlibat dalam kolusi, korupsi dan nepotisme serta pelanggaran hukum lainnya. Pemerintah akan bertindak tegas terhadap semua pelanggaran itu, tanpa pandang bulu.
Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak kepada seluruh anggota KORPRI, untuk meningkatkan pelayanan dan mempercepat alur birokrasi demi kepentingan rakyat yang memerlukan pelayanan segera. KORPRI dengan semangat dan paradigma baru, harus menjadi organisasi yang mandiri. Mengedepankan profesionalisme. Bebas dari berbagai pengaruh dan kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan. Bebas dari tarik menarik di antara kekuatan partai politik yang ada.
Saudara-saudara anggota KORPRI yang berbahagia,
Demikianlah beberapa hal yang ingin saya sampaikan pada Hari Ulang Tahun KORPRI yang membahagiakan ini. Mudah mudahan, apa yang saya kemukakan tadi, dapat menjadi bahan renungan bagi seluruh jajaran KORPRI dan segenap aparat negara.
Kepada segenap anggota KORPRI di mana saja berada sekali lagi saya ucapkan Selamat Ulang Tahun KORPRI ke-35. Semoga Saudara-saudara dapat meningkatkan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Terima kasih.
Wassalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jakarta, 29 November 2006
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
SELAKU
PENASIHAT NASIONAL KORPRI,
TTD.
DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
SELAKU
PENASIHAT NASIONAL KORPRI,
TTD.
DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
No comments:
Post a Comment